Lampung buat 1000 Blog, Lalu?

Dalam rangka entah untuk apa
, pelajar-pelajar di Lampung mengikuti lomba membuat blog yang didalamnya juga terdapat usaha pemecahan rekor MURI untuk membuat dan menulis 1000 blog secara bersamaan.
Ok, rekor MURI terpecahkan. Lalu?
Ada jarak yang tipis antara ngeblog, dan menuh-menuhin space blog di internet. Bukan bermaksud pesimis atau gimana, tapi bikin blog cuma untuk sekedar bikin blog alias sekedar punya dan memecahkan satu rekor terdengar sangat lucu. Telkom, dalam hal ini Telkom Lampung justru terdengar sangat tidak bertanggung jawab. Coba deh denger salah satu jawaban dari pihak Telkom Lampung atas pertanyaan dari wartawan detikInet kenapa para peserta justru menggunakan layanan blogger.com untuk ngeblog di lomba tersebut :
Menurut Awaluddin layanan asing itu hanya bersifat sementara karena nantinya akan dipindahkan ke server milik Telkom. “Yang penting kan sekarang kontennya ada dulu,” ujar Awaluddin.
Ok, kontennya sekarang sudah tersedia. Taruhlah dari 1000 pelajar yang tadi ngeblog, hanya 200-300 yang punya akses internet dirumahnya, yang lalu ngelanjutin ngeblog. Dengan begitu maka ada 700 subdomain yang terambil di blogger.com tanpa guna. Lalu dari 200-300 tadi, blognya dipindahin ke server telkom. Berarti totalnya, 1000 subdomain blogger.com yang gak guna!!! ![]()
Sekedar opini pribadi, saya lebih mendukung apabila Telkom melakukan workshop ngeblog bersama, bukan lomba, apalagi untuk pelajar. Karena pada tingkat itu masih dibutuhkan pemahaman lebih lanjut tentang ngeblog. Juga pihak Telkom harusnya memfollow-up para blogger dengan menawarkan paket internet murah kepada para peserta. Bukan apa-apa berdasarkan pengalaman pribadi saya yang dulu ngeblog dari pedalaman Tanjung Enim, Sumatera Selatan menggunakan koneksi Telkomnet@Instan, ngeblog adalah kegiatan yang mahal dan susah. Percuma aja ngelombain sesuatu, mecahin rekor, tanpa follow-up yang berarti. Seperti yang terlihat dari pemberitaan di detikInet, kegiatan ini justru terlihat terlalu berbau public-relation dan simbolisme support dari Telkom terhadap kegiatan ngeblog. Positif, tapi masih perlu evaluasi lebih lanjut. ![]()
Related Links:
Nice post, Mas Gageh..
Kesan pertama saya ketika mengetahui kegiatan ini, ya saya setuju bahwa kegiatan ini telah membuat terambilnya 1000 subdomain Blogger tanpa guna.
Tapi kadang bila kita melakukan sesuatu yang kita belum pernah coba sebelumnya, (dalam hal ini peserta lomba memulai ngeblog), maka muncul suatu “keterpaksaan” tapi berbuah keberanian. Setidaknya akan muncul pengalaman dalam diri mereka. “saya pernah bikin blog. Ternyata tidak sulit. Saya berani dan saya bisa”. Itulah hal baik yang bisa tercapai.
Masalah kemudian akses ngeblog masih susah, mari dijadikan rekomendasi kepada pihak berwenang. Semoga Telkom tergerak untuk menyediakan akses ngeblog yang mudah untuk mereka. IMHO.
ini hanya semacam propaganda telkom dalam menggaet pangsa pasar dari kalangan Blogger -Gurem- .Seperti diketahui bahwa layanan telkom speedy itu takkan lama lagi akan segera ditinggalkan oleh masyarakat yg melek akan internet.
K-lo utk daerah diluar jkt , mgkn speddy adalah satunya jaringan yg bisa mereka gunakan, akan tetapi dikota-kota besar, ISP tengah tumbuh subur utk menggusur eksistensi speedy yg diplesetkan jadi spidol itu. (hanya pandanganku pribadi)
@nonadita
wah ada seleblog ![]()
yg nonadita bilang emang bener banget, pengalaman bisa mendorong seseorang untuk keluar dari zona nyaman
, maksud dari saya bilang ada 1000 subdomain yang hilang adalah karena pada akhirnya blog mereka bakal dipindahin ke server telkom, jadi rada useless juga bikin 1000 subdomain blogger bersamaan.
Terlebih lagi, pemberitaan di media sendiri belum menjelaskan lebih lanjut follow up apa yang akan diberikan Telkom kepada para peserta.
@khairuddin
mungkin juga. ![]()
Mana kisah cintanya? Posting dunkz.. khan sudah Om Khai kasih samplenya tuch…
*maksa*
@khairuddin
ini kan niche blogging om….*halah om*…cuma bwt topik teknologi aja. ![]()
Sisanya di setengahmateng.com
jadi inget kisah bikin 1000 candinya loro jonggrang
kira2 bikin 1000 blog dalam rangka sayembara memperebutkan putri raja yg mana ya?
*komen ngasal*
Di negara kita memang senangnya ramai2 dan terkesan usum2an. Persis seperti mainan anak2. Dulu ada era Tamiya, lalu PS, lalu mobil remote, lalu MP3 player, lalu lalang, semua hilang berganti baru. Yang untung produsen. Kita yang sebagian besar konsumen diperas habis2an tanpa tersadari.
Yang kedua, sebagian kita senangnya kalau ada gratisan…
Saya tidak paham seberapa efek terambilnya subdoain dalam lomba ini, cuman saya lebih tertarik dengan sorotan biaya akses internet nya